Manusia itu adalah makhluk sosial
yang tidak bisa hidup sendiri. Manusia perlu berinteraksi satu sama
lainnya sebagai kebutuhan rohaninya. Dari interaksi itulah nantinya yang
dikenal dengan sebutan TEMAN
Seorang alay pernah mengoceh begini (ehem.. sedikit mengutip):
Orang yang tidak menghargai temannya, serta perasaannya, lebih buruk dari sampah.. -Narto

Share and Care
Begitu
pentingnya teman itu, bahkan melalui temanlah kepribadian diri kita
terbentuk. Baik buruknya diri kita dapat dilihat melalui bagaimana
pergaulan dan dengan siapa kita bergaul selama ini. Temanlah yang
membuat kita merasa berbeda dari yang lainnya, teman yang membuat bakat
terpendam di dalam diri keluar. Kadang teman itu ialah tempat
menumpahkan kekesalan, teman tempat bercermin diri, teman tempat belajar
memahami, dan masih banyak lagi. Coba tanyakan diri sendiri, seberapa
terbukanya kita dengan teman dibanding dengan orang tua atau saudara
kandung sendiri, hmm?..
Teman, saya kelompokkan menjadi
dua macam, sesuai jenis kelaminnya. Ada teman yang sejenis (wew...
istilahnya ga ngeeh banget niiy..), teman dari kalangan ini biasa
disebut teman akrab, teman seperjuangan, sahabat karib, konco, CS, dan
sebagainya. Sedangkan, yang lainnya ialah teman yang berbeda jenis.
Biasanya, teman dari kalangan ini dikenal dengan istilah teman hidup
atau kekasih hati (waduh..).
Wah.. Kalo gini sih kategorinya nambah..
Teman antar spesies
- Kevin Richardson -
Walaupun
teman itu dikotakkan menjadi dua, tetap saja teman yaa.. teman, pada
intinya mereka sama saja. Nah, pertanyaannya ialah, gimana sih cara
menemukan teman yang memang cocok atau cara memilih teman untuk
dijadikan teman dekat, baik itu untuk teman seperjuangan maupun teman
hidup..?
Teman Hidup
Rahasianya cuma satu.. Dan kesimpulan ini, saya dapatkan langsung dari pengalaman sendiri..
Carilah teman yang memiliki sifat AMANAH alias DAPAT DIPERCAYA...
Kenapa?? ..
Wah, orang bego’ pun pasti tau jawabannyaa....
Jadi, tidak usah diperdebatkan, ya..
Pertanyaan
penting harusnya ialah gimana sih cara mengetahui seseorang itu
bersifat amanah atau tidak?? Dengan kata lain, bagaimana cara membedakan
orang yang amanah dengan yang tidak. Berikut penjelasannya..
AMANAH
Sifat amanah itu identik dengan sifat JUJUR dan SETIA.. Kenapa bisa begitu?
Karena,
jika seseorang dapat dipercaya, otomatis dia setia kepada temannya.
Seorang bos mafia terjahat dan terkejam sekalipun, pasti akan memiliki
bawahan yang setia dan tentunya dapat dipercaya oleh pemimpinnya.
Orang-orang tersebut akan mati-matian membela sang bos dan tidak akan
berani mengkhianati pemimpinnya, itulah yang dinamakan dengan komitmen.
Artinya, orang yang amanah pasti memegang prinsip atau komitmen yang
kuat dalam berteman.
Nah, tinggal bagaimana cara mengamati dan menemukan sifat ini di orang terdekat kita.
Come on bro! Disana ada kodok!
Lalu apa lagi??
Nah, apabila kita kesulitan untuk melihat sifat Amanah yang menonjol dari seseorang itu...Hehe, ga usah bingung-bingung...
Cukup dengan mengamati kebalikannya maka kita bisa mengetahui, teman ini cocok dengan diri kita atau tidak. Itu saja..
Lalu, apa kebalikan dari sifat Amanah??
..nanya mulu ah!
Jawabannya: PEMBOHONG dan EGOIS, simpel kan?
Orang
yang pembohong sangat mudah diteliti dari perkataannya. Biasanya orang
pembohong ini pandai sekali merangkai kata-kata, hingga pada klimaksnya
baru kita disadarkan, bahwa semua perkataannya adalah bualan.
Saya
sudah pernah bertemu dengan 2 orang yang cukup mahir berbohong. Cara
mendeteksinya pun menjadi lebih gampang, karena dengan seringnya
berbohong, otomatis akan berdampak pada caranya menanggapi sesuatu.
Caranya ialah: apabila kamu menjelaskan sesuatu atau mengabarkan
informasi yang cukup unik atau aneh didengar, secara otomatis dia akan
balik bertanya “Boong ya?” atau berkata “Pasti kamu bohong” dan
sejenisnya. Kenapa? Karena dia sudah sering berbohong, dan karena orang
bohong tidak mau dibohongi, maka dia akan mecoba untuk menyelidikinya
terlebih dahulu dengan bertanya demikian.
Haha.. Lu pasti bohong, ngaku deh!
Apapun itu gue ga bakal terkecoh..
Berbeda
dengan orang yang kritis atau pintar. Apabila diceritakan hal yang
sama, dia tidak akan langsung mengklaim kita berbohong, melainkan akan
bertanya “Serius kamu?” atau “Ah, masa?” dan sejenisnya. Orang kritis
akan menunjukkan rasa herannya akan informasi terlebih dahulu, ketimbang
rasa curiga kalau-kalau kita sedang membohonginya.
Bagaimana dengan Egois??
Orang
egois akan dekat dengan sifat tidak Amanah. Mereka cenderung akan
mementingkan diri sendiri. Selamatkan diri sendiri dahulu baru pikirkan
yang lain, itulah konsep di pikirannya. Apabila dia dalam kesusahan, dia
akan mencoba mencari bantuan sana-sini. Akan tetapi, jika temannya
dalam kesulitan, dia akan mengeluarkan seribu alasan untuk bisa
meninggalkan kita sendirian..
Mudah sekali untuk
menguji orang semacam ini. Caranya, coba pinjamkan dia barang-barang
milik kita, eh.. Tapi biasanya, orang semacam ini akan inisiatif dahulu
untuk meminjam barang milik kita yang dirasanya perlu untuk
digunakannya. Satu lagi konsepnya ialah Selagi bisa dipinjam, ya pinjam,
masa’ dibeli sih?..
Daripada gue kawin dan beli rumah,
mending rumah dan bini elu buat gue.. Sini kuncinya!
Misalkan
kita meminjamkan kendaraan kita kepadanya. Tau-tau, setelah
dikembalikan bodynya tergores. Apabila dia teman yang baik dia akan
jujur kepada kita mengenai apa yang terjadi dan meminta maaf. Apabila
dia teman yang sedikit pengecut, dia akan diam terlebih dahulu dan
mungkin akan berusaha menjelaskan kejadian sebenarnya dengan rasa
takut/cemas. Sedangkan orang yang tidak Amanah, jelas sekali, dia tidak
akan bercerita mengenai hal tersebut. Dengan santainya dia akan
mengembalikan kendaraan kita, dan tidak mau ambil pusing dengan goresan
tersebut karena hanya goresan kecil. Teman macam ini yang perlu
diwaspadai..
Orang-orang egois juga bisa dengan mudah
dinilai dari perkataannya, karena orang egois akan merasa selalu benar
dan pendapat orang lain itu salah. Misalkan kamu menjelaskan sesuatu
yang benar, dan dipikirannya terasa aneh, dia otomatis akan menyalahkan
perkataanmu. Walau kamu menjelaskan bahwa informasi itu pasti, tetap
saja dia berkata pendapatnya yang benar... Yah, begitulah..
Milih teman karena harta, kekuasaan, atau kekuatan -> kamu akan jadi kacungya.
Milih teman yang berandalan -> kamu kebawa ke jalan yang salah.
Milih teman yang tidak Amanah -> kamu akan sengsara.
Milih-milih teman memang tidak baik, karena seharusnya kita berteman dengan siapa saja.
Tapi akan lebih baik jika berteman dengan yang pintar dan dekat dengan Tuhan.. Ituh!
SEKIAN